“Toko” ala Negeri Belanda

Mulut jalan menuju Zeedijk, Toko Dun Yong juga terkenal untuk cuci mata lihat barang Asia. Photo: Teguh Hartanto

Istilah toko kalau menurut masyarakat Belanda adalah supermarket-minimarket khusus menjual barang sehari-hari dari Asia, bisa dari China, Jepang, Thailand dan yang utama adalah Indonesia. Bisa juga untuk penyebutan warung ramesan di Belanda. Walaupun tidak melulu spesifik ke Indonesia tapi juga turunannya yaitu Suriname. Selain diperuntukan bagi orang-orang asia toko juga disukai masyarakat Belanda khusunya yang sudah terbiasa dengan makanan asia khususnya lagi Indonesia.

Toko untuk ramesan. Photo: Teguh Hartanto

Untuk wilayah Amsterdam Central paling mudah mencari toko ya di kawasan Zeedijk–cheiness town. Kawasan ini bersebelahan dengan red light district-De Wallen (sebelumnya sudah saya tuliskan disini). Banyak pilihan toko disini mulai dari yang besar dan juga yang kecil.

Sekawasan dengan Zeedijk terdapat Nieuwmarkt, berupa lapangan dan berdiri seperti kastil kecil, dulunya adalah gerbang masuk kota Amsterdam melalui kanal. Sekarang Niuewmarkt lebih seperti alun-alun kecil dan setiap weekend ada pasar kagetnya, kalau sabtu lebih ke makanan dan kalau minggu seperti pasar loak.

Nieumarkt area. Photo: Teguh Hartanto

Disini bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari orang Indonesia, coba saya buat beberapa list beserta harganya:

  • Paling utama kalau mau cari Indomie dan teman-temannya ya disini. Indomie setahu saya punya pabrik besar di Turki (koreksi kalau salah) jadi sangat mudah tersedia di Eropa. Untuk harga, semua varian dasar dipukul rata, kira-kira 40 sen, termasuk kategori murah di dunia peremian instant di Eropa.
  • Cabai rawit merah, buat pecinta pedas. Walaupun di Amsterdam banyak pilihan cabe yang lebih pedas menggigit seperti Madame Jeanette (sesuai namanya, pedasnya menyengat) dan Jalapeno, untuk urusan sambal tetaplah cabai rawit merah pilihannya. Biasanya didatangkan dari Vietnam dan Thailand. Harga untuk kemasan 100gr sekitar 2,5 EUR. Pasangannya untuk terasi juga mudah ditemukan disini.
  • Kangkung dan sayuran sejenis juga tersedia di toko, kangkung seikat dibandrol 1,5-2,5 EUR
  • Tempe dan tahu sebagai menu wajib orang Indonesia bisa ditebus mulai 1 EUR sepapan.
  • Snak kriuk seperti kerupuk, emping dan peyek.
  • Buat yang suka minum bir, untuk klangenan tersedia bir Bintang botol kecil, harga sekitar 1,5 EUR, lumayan mahal untuk ukuran bir di eropa, nanti saya akan buat ulasan tentang bir di suprmarket.
  • Semua bumbu-bumbu dapur standart orang Indonesia tersedia disini, minimal yang berbentuk bubuk. Juga tersedia bumbu instant untuk semacam rencang, nasi goreng, sambal ati, gule etc
  • Aneka ria beras, banyakan diimport dari Thailand dan Vietnam
  • Pete, daun pisang, bakso, siomay, ceker, kepala ayam etc
Isi toko. Photo: Teguh Hartanto

Menurut saya pribadi setelah sering mengamati berbagai macam isi toko sebagai hiburan tinggal di Amsterdam, yang belum tersedia hanyalah jengkol saja, silahkan untuk yang berminat untuk dijadikan sumber inspirasi.

Toko langganan. Photo: Teguh Hartanto

Jadi perlu diingat-ingat untuk warga Indonesia yang mau melancong ke negeri Belanda, jangan ketakutan tidak tersedia indomie, nggak usah malu-maluin traveling ke Belanda sampe nyetok indomie, nanti malahan dicengirin petugas bea cukainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *