Makelaarfiets

sepeda balap jadul
Makelar dengan sepedanya, Teguh Hartanto

Makelaarfiets adalah sebuah projek koleksi tentang sepeda. Mencari, mengumpulkan, eksport dan kalau memungkinkan dijual untuk dapat terus melanjutkan projek ini.

Belanda adalah negara dengan tingkat populasi sepeda yang tinggi. Kalau dirata-rata dapat dipastikan jumlah sepeda adalah lebih dari dua kali lipat penduduk Belanda.

Kalau menurut saya pribadi kenapa banyak sepeda di negara Belanda ini, yah karena Belanda adalah negara dengan bentuk dataran rendah yang relatif datar.

Untuk di perkotaan saja jalan tanjakan ya hanya pada jembatan melengkung saja. Kalaupun ada tanjakan bukit hanya didapat di bagian selatan Belanda. Selain itu tentunya sebagai negara dengan empat musim, Belanda tidak memiliki kendala dengan teriknya matahari.

Dengan sepeda sebagai alat transportasi utama masyarakat di Belanda, tentu selain menyehatkan juga dapat menghemat ongkos trasportasi sehari-hari. Jangan lupa orang Belanda sangat perhitungan sekali dengan pengeluaran uang kalau tidak mau disebut ngiritan.

Populasi sepeda di Belanda bisa dibilang overload. Sampai pemerintah Belanda saja punya agenda rutin mengecek parkiran sepeda untuk mendapatkan sepeda yang sudah tidak aktif atau sekarat, karena yah menuh-menuhin tempat aja.

Biasanya setelah mendapatkan sepeda yang dimaksud, petugas akan memasang stiker untuk memberitahu bahwasanya sekitar minggu depan atau pada tanggal yang tertera di stiker, sepeda akan digaruk. Setelah itu sepeda-sepeda itu diapakan saya belum riset lebih.

Dengan begitu, projek makelaarfiets setidaknya membantu membuat tetap seimbang populasi sepeda di Belanda. Mau bagaimana lagi, dengan kodrat manusia yang mempunyai rasa konsumtif, iklan sepeda dan penjualan sepeda baru tetap jalan terus ditawarkan dan diproduksi.

Koleksi
Memulai sebagai kolektor juga hanya didasari faktor kegiatan, kesukaan, kegelisahan dan hanya investasi semata saja. Yang jelas untuk menyimpan barang klasik selain dapat belajar tentang sejarahnya juga minimal harga jual akan tetap atau bahkan lebih, apalagi kalau barangnya istimewa dan sulit didapat.

Kalau tentang berapa harga yang akan dijual di Indonesia dan seberapa besar keuntungan yang didapat dari proses projek ini ya relatif saja. Kalau saya komparasikan dengan biaya operasional di Eropa yang terbiasa berhitung pekerjaan dengan jumlah jam, yah tidak akan menemukan harga yang rasional.

Jujur saja di Belanda ini banyak sepeda yang mempunyai nilai biasa saja akan tetapi mempunyai nilai lebih apabila sudah di Indonesia. Karena banyaknya sepeda jadi bagi banyak orang di Belanda juga akan dianggap biasa saja.

Kalau mau komparasi, bisa saja bagi warga Belanda kehangatan (mungkin bisa juga kepanasan) matahari adalah suatu yang sangat istimewa, tidak bagi orang di Indonesia tentunya karena itu adalah hal yang biasa saja. Bagi orang Belanda mendapatkan kulit lebih gelap setelah liburan adalah suatu prestise yang layak dibanggakan.

Jadi kalau tentang mahal, murah, biasa atau istimewa yah tergantung darimana posisi memandangnya. Posisi saya dengan projek ini hanya memanfaatkan kondisi saja.

Sepeda Balap
Mengapa pilihan koleksi jatuh pada sepeda balap? Kalau ditanya saya juga bingung. Mungkin karena di waktu kecil pernah menginginkannya tetapi orang tua tidak menyetujuinya, kisah klasik masa lalu.

Tapi sebagai orang yang praktis, desain sepeda balap vintage cukup menggambarkan karakter saya pribadi, sederhana dan ringkas. Hampir mirip dengan BMX, bedanya untuk dipakai harian BMX lumayan berat.

Tentang memakai sepeda balappun saya menggunakannya secara spontan saja sehari-harinya. Tidak ada persiapan khusus, terutama gaya pakaian untuk menyesuaikan. Dengan memiliki koleksi, saya jadi merasakan pengalaman yang berbeda tentang berbagai macam merk dan type sepeda yang saya miliki ketika ditumpangi. Itulah yang tidak bisa banyak dilukiskan dengan kata-kata.

Vintage Bikes
Kebanyakan sepeda yang saya koleksi adalah setidaknya berusia 30 tahun lebih. Jika Anda bersedia mengkoleksinya kembali dari saya. Perlu diingat bahwa Anda akan mengendarai sepeda yang relatif tua.

Anda mengendarai sepeda yang pada awalnya tidak dirancang untuk karakter jaman sekarang. Lubang di jalanan, karakter jalanan yang tidak sesuai, berbagai benda di jalanan, onderdil yang susah didapatkan lagi dll.

Dengan mengkoleksi dan menggunakan sepeda vintage, Anda dituntut untuk menghargai sepeda itu sendiri. Mengetahui sejarahnya dan juga mengingat mungkin pemilik sebelumnya yang selalu merawat dengan sepenuh hati.

Perlu diketahui bahwasanya seseorang pernah memiliki sepedanya dan merawatnya selama bertahun-tahun sehingga sampai saat ini, kita masih dapat menikmati kendaraan roda dua buatan tangan yang terkadang tidak Anda temukan di tempat lain.

Rawatlah dengan penuh perhatian, Okei! Selamat menikmati.
Salam, Teguh Hartanto