Jalan-jaln di Lombok (Utrecht)

Suasana di Lombok Utrecht, dokpri.

Sebenarnya ada dua topik artikel dalam tulisan ini, untuk efisiensi waktu biarlah hanya menjadi satu artikel saja karena saling berkaitan.

Memasuki musim semi yang dimulai sekitar bulan April, mulai banyak agenda acara di Belanda. Selain karena temperatur udara yang mulai banyak cerahnya (cuaca disini tidak bisa ditebak, karena Amsterdam khususnya dekat dengan pantai) juga ditandai dengan lebih lamanya matahari bersinar, sekitaran jam 5 pagi sudah mulai bersinar dan tenggelam sekitar di atas jam 9 malam.

Setelah sebelumnya pada tanggal 27 April (baca disini), publik di Belanda disemarakan acara King’s Day, lalu dilanjutkan pada tanggal 4 dan 5 Mei memperingati hari Remembrance Day pada tanggal 4 Mei dan Liberation Day pada tanggal 5 Mei.

Remembrance Day adalah memperingati tanggal jatuhnya Belanda pada perang dunia ke-2 oleh Jerman-Nazi pada tahun 1940. Diperingati setiap tahunnya dengan mengheningkan cipta selama 2 menit pada pukul 8 malam. Upacara kenegaraan dipusatkan di Amsterdam, tepatnya di Damsquare (alun-alunnya Amsterdam).

Suasana vrijmarkt, dokpri.

Lalu untuk Liberation Day yang diperingati pada tanggal 5 Mei adalah hari kebebasan (nggak tahu juga kalau artinya merdeka) dari pendudukan Jerman-Nazi pada tahun 1945. Nah pada tanggal inilah kembali banyak acara pesta di seantero Belanda. Walaupun tidak semeriah pada saat King’s Day tetapi tetap semarak untuk dinikmati.

Tanggal 5 Mei, saya sendiri sering menikmatinya di Utrecht, tepatnya di kawasan Lombok, ya nama Lombok yang dimaksud sama dengan nama salah satu propinsi di Indonesia. Lombok adalah salah satu nama jalan yang ada di kawasan ini dan semua nama jalan di kawasan ini menggunakan nama yang berkaitan dengan masa kolonial Belanda (Indonesia), yaitu nama pulau atau kota di Indonesia dan nama Gubernur Jendral pada masa kolonial.

Jalan Jawa, dokpri.

Kalau nama pulau dan kota yang saya lihat diantaranya; Semarang, Java, Bangka, Borneo dst. Lalu untuk nama Gubernur Jendral yang saya ingat seperti Jan Pieter Coen, Deandles, Van Den Bosch dll.

Jalan Van den Bosch, dokpri
Jalan Palembang, dokpri.
Jalan Bangka, dokpri.

 

Acara utama di Lombok Utrecht berbarengan dengan memperingati Liberation Day adalah berupa semacam “pasar kaget” atau dalam bahasa Belanda disebut vrijmarkt (pasar bebas kalau diartikan secara kata). Para penduduk di sekitar kawasan Lombok membuka lapak untuk menjual barang-barang second ataupun semacam garage sale.

Berbeda dengan acara King’s Day di Amsterdam walaupun sama-sama ada vrijmarkt nya, suasana pesta di Utrech lebih bersahaja. Amsterdam sebagai tujuan utama destinasi turis ke Belanda membuat suasana pesta kadang terlalu berlebihan. Di Utrecht khususnya di kawasan Lombok karena bukan merupakan kota utama tujuan turis, menjadikan pengunjung acara mayoritas warga lokal saja.

Selain acara berjualan dengan lapak dadakan, acara vrijmarkt juga merupakan sebuah acara berkumpul bagi warga Belanda. Anak-anak, biasanya mereka sudah didorong untuk berwirausaha pada acara ini untuk menghasilkan uang, entah itu menjual makanan kecil atau melakukan performance.

Okei, nantikan lagi reportase selanjutnya, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *