Blog

Speeltuin, Arena Bermain Anak

Speeltuin, photo tampak dari tempat tinggal, dokpri.

Mempunyai anak dan membesarkannya di negeri Belanda mempunyai tantangan yang berbeda dengan di Indonesia. Seingat saya yang lahir dan besar di Indonesia tepatnya di komplek perumahan di Bandung, saya banyak menghabiskan waktu bermain di sekitaran rumah. Jalanan komplek adalah merupakan arena bermain, entah itu bersepeda, main bola dan main layangan (kalau yang ini areal permainan ditambah di atas genteng rumah).

Continue reading “Speeltuin, Arena Bermain Anak”

Perayaan Hari Raja di Belanda

Lokasi perayaan diantara Koninklijk Paleis van Amsterdam dan Niuew Kerk.

King’s Day atau dalam bahasa Belanda Koningdag diperingati setiap tanggal 27 April sesuai dengan hari kelahiran raja dari negeri Belanda yang mempunyai nama lengkap Willem-Alexander Claus George Ferdinand. Pada saat perayaan merupakan hari libur nasional dan diperingati setiap warga dengan berpesta. Selain warga Belanda yang berpesta, juga merupakan agenda pariwisata bagi para turis.

Continue reading “Perayaan Hari Raja di Belanda”

Merokok Keretek di Belanda

Lokasi menikmati rokok sehari-hari. Teguh Hartanto

Sebagai seorang perokok lebih mudah menulis tentang rokok juga. Rokok dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata rook-roken dari bahasa Belanda, yang biasanya digunakan untuk mengartikan asap ataupun merokok. Pasangan rokok yaitu asbak juga asal katanya dari bahasa Belanda, ya “asbak”.

Continue reading “Merokok Keretek di Belanda”

Tambal Ban di Belanda

Proses tambal ban mandiri. Photo Teguh Hartanto

Salah satu syarat untuk bisa survive di Belanda adalah memiliki skil untuk menambal ban sepeda. Kalau anda berkeluarga dan mempunyai anak, inilah salah satu skil yang wajib diturunkan pada anak, tidak peduli gender, baik laki-laki ataupun perempuan minimal harus mengetahui teknik yang benar untuk tambal ban.

Continue reading “Tambal Ban di Belanda”

Beer, Bier dan Bir

Rak bir di supermarket. Photo Teguh Hartanto

Paling nikmat setelah bekerja seharian adalah pulang ke rumah dan meminum bir dingin, rasanya kepenatan seharian bekerja hilang begitu saja. Kebiasaan minum bir disini yah sama saja seperti ngopi atau ngeteh santai di Indonesia. Bagi yang menyukai alkohol selain bir berarti pilihannya ya wine terutama untuk yang diminum harian. Sedangkan saya pribadi lebih sebagai penikmat bir. Bir ataupun wine paling utama dinikmati pada saat makan malam. Bagi yang tidak minum alkohol, biasanya masyarakat sini gemar akan minum teh, tetapi teh yang dimaksud bukan hanya teh biasa melainkan herbal juga akan disebut teh.

Continue reading “Beer, Bier dan Bir”

“Toko” ala Negeri Belanda

Mulut jalan menuju Zeedijk, Toko Dun Yong juga terkenal untuk cuci mata lihat barang Asia. Photo: Teguh Hartanto

Istilah toko kalau menurut masyarakat Belanda adalah supermarket-minimarket khusus menjual barang sehari-hari dari Asia, bisa dari China, Jepang, Thailand dan yang utama adalah Indonesia. Bisa juga untuk penyebutan warung ramesan di Belanda. Walaupun tidak melulu spesifik ke Indonesia tapi juga turunannya yaitu Suriname. Selain diperuntukan bagi orang-orang asia toko juga disukai masyarakat Belanda khusunya yang sudah terbiasa dengan makanan asia khususnya lagi Indonesia.

Continue reading ““Toko” ala Negeri Belanda”

De Wallen, Sarkemnya Amsterdam!

Suasana padi di De Wallen. Photo: Teguh Hartanto

Sekarang saya coba mereportase tentang kawasan Red Light District di Amsterdam, khususnya De Wallen. Sengaja photo yang dilampirkan adalah suasana pagi saja, toko-toko belum pada buka 😉 Juga dikarenakan tidak mudah mengambil photo pada jam buka, bisa-bisa kena gertak. Biasanya kesibukan di pagi hari berupa bersih-bersih kamar oleh housekeeping, pengambilan sampah oleh truk sampah dan kesibukan antar barang dengan truk-truk besar, seperti: minuman, kebutuhan caf, stock barang etc. Rumah-rumah yang berada dalam kawasan tidak hanya sebagai tempat prostitusi tetapi juga menjadi rumah-apartement umum, mungkin keluarga ataupun tidak. Mereka yang tinggal di kawasan ini sudah bermental baja, bukan dengan godaan tetapi karena kebisingan di malam hari.

Continue reading “De Wallen, Sarkemnya Amsterdam!”

“Fiets” Sang Raja Jalanan

fiets-1
Suasana lalu-lintas dan parkir sepeda. Photo: Teguh Hartanto

Kalau di Indonesia raja jalanan layak disandak becak, di Belanda para pengenjot sepedalah yang menyandang sebagai raja jalanan, jangan macam-macam sama para komuter sepeda. Pengguna jalan lainnya akan selalu memprioritaskan para pesepeda. Kalau tidak terlalu mahir naik sepeda, jangan coba-coba naik sepeda terutama pada jam-jam sibuk, bisa-bisa kena semprot. Karena kota Amsterdam sebagai tujuan wisata dan banyak turis yang tidak mahir naik sepeda, membuat warga lokal tidak menyukainya. Negeri Belanda merupakan dataran flat dan cendrung horizontal saja, maka akan nyaman untuk selalu bersepeda, tanjakan yang ada palingan cuma jembatan saja. Jumlah sepeda total jendral di Belanda adalah melebihi jumlah penduduknya sendiri yang sekitar 17 juataan. Sepeda menjadi alat vital transportasi, baik itu untuk bekerja, kuliah, sekolah, belanja dan seterusnya.

Continue reading ““Fiets” Sang Raja Jalanan”