Beer, Bier dan Bir

Rak bir di supermarket. Photo Teguh Hartanto

Paling nikmat setelah bekerja seharian adalah pulang ke rumah dan meminum bir dingin, rasanya kepenatan seharian bekerja hilang begitu saja. Kebiasaan minum bir disini yah sama saja seperti ngopi atau ngeteh santai di Indonesia. Bagi yang menyukai alkohol selain bir berarti pilihannya ya wine terutama untuk yang diminum harian. Sedangkan saya pribadi lebih sebagai penikmat bir. Bir ataupun wine paling utama dinikmati pada saat makan malam. Bagi yang tidak minum alkohol, biasanya masyarakat sini gemar akan minum teh, tetapi teh yang dimaksud bukan hanya teh biasa melainkan herbal juga akan disebut teh.

Biasanya yang diperbolehkan mengkonsumsi alkohol harus diatas 18 tahun. Untuk pembelian sama saja, minimal pembeli harus 18+, biasanya petugas kassa akan meminta ID pada saat pembayaran. Berlaku juga untuk para pembeli rombongan, apabila diantara rombongan tidak bisa menunjukan ID, maka tidak diperbolehkan membeli. Penunjukan ID hanya apabila petugas kassa tidak bisa menebak berapa umur pembeli, orang eropa rada sulit untuk ditebak umurnya.

Pada setiap supermarket pasti punya rak–line tersendiri untuk bir selain tentu saja wine. Pilihan bir di supermarket sangat beragam, mulai yang paling umum jenis pilsner sampai spesial bir, begitu juga kandungan alkohol sangat beragam, mulai free alcohol dan yang rata-rata 5% sampai sekitar 11% an. Biasanya pada supermarket untuk pembelian alkohol yang lebih keras seperti minuman spirit yang kandungan alkoholnya diatas 20% mempunyai tempat terpisah sendiri, tidak menyatu dengan barang yang umum di supermarket dan memiliki kassa sendiri.

Rak untuk wine. Photo Teguh Hartanto

Untuk harga, misal dari jenis pilsner tersedia mulai harga 30sen (kalau lagi diskon) per isi bisa ditebus, merk yang umum seperti Heineken, Brand, Jupiler, Palm, Grolsch, Amstel etc. Dapat juga merasakan spesial bir dari merk tersebut tetapi harga berkisaran 1 EUR. Spesial bir yang dimaksud biasanya bir dengan rasa tertentu, diproduksi kecil dan memiliki kandungan alkohol lebih dari 5%. Biasanya harga untuk 1 krat bir, isi 24 botol kecil 330 ml harga berkisaran 10 EUR. Untuk wine sendiri bisa dibeli dengan harga mulai 3 EUR untuk botol isi 700 ml. Untuk orang Indonesia yang kangen dengan bir Indonesia seperti merk Bintang, bisa didapat di Toko (baca ulasan tentang toko disini).

Bir Bintang di toko. Photo Teguh Hartanto

Sebagai bentuk pertanggungjawaban daur ulang, botol bir bisa ditukar uang. Biasanya disetiap supermarket ada mesin untuk mengembalikan botol, harga uang kembali untuk tiap botol bir adalah 10 sen.

Mesin untuk pengembalian botol. Photo Teguh Hartanto

Sedangkan harga jual bir di bar, café ataupun rentaurant biasanya dimulai dari 2 EUR. Dibandingkan membeli bir di bar ataupun café lebih murah membeli di supermarket, bedanya hanya dapat dinikmati di rumah ataupun di bangku jalanan dan taman yang tersedia dengan catatan tidak ada rambu dilarang minum. Lucunya rambu dilarang minum lebih banyak daripada rambu dilarang menghisap join.

Bir favorit saya untuk jenis pilsner adalah Brand dan juga Palm (tergantung mana yang lagi diskon), rasanya sedikit pahit sedangkan untuk spesial bir adalah bir dengan merk Wesmalle, spesifiknya lagi yang tipe dubbel, ada sedikit pahit dan berasa karamel. Okei, apakah minuman favorit Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *